Tidak Ada Settingan Seleksi Calon PPK
TENGGARONG-
Anggota Pansel Calon Panitia Pemilihan Kecamatan(PPK) KPU Kukar, Waris
memastikan, seleksi calon PPK bersifat profesional dan terbuka, tidak ada upaya
settingan yang dibuat internal KPU atau pihak lain.
"Seleksi
calon PPK bersifat profesional dan terbuka, serta diawasi pihak Panwaslu, dan
dipastikan tidak ada upaya permainan untuk meloloskan calon tertentu,"
ujar Waris, Selasa(21/01/2020) sore, di kantornya.
Waris
menambahkan, upaya ini sebagai bentuk klarifikasi, pihak yang beranggapan, bahwa
KPU sudah mempunyai calon tertentu, sehingga masyarakat malas untuk melamar
menjadi anggota PPK, karena sejak dibuka seleksi calon PPK sejak 18 Januari
2020 lalu, masih minim yang berminat daftar dibeberapa kecamatan.
"Masih sepi
peminatnya yang daftar, menjadi calon PPK, malahan dua Kecamatan, belum ada
yang mendaftar sama sekali sampai saat ini, yaitu Kenohan dan Kota
Bangun," ujarnya.
Waris menduga,
pertimbangan lainnya yang membuat seleksi PPK minim peminat adalah, banyak yang
ingin mendaftar, tapi tidak mendapatkan izin dari tempat dia bekerja.
"Seperti
ada guru yang mau jadi PPK, namun tidak mendapatkan izin dari Kepala Sekolah
dia bekerja, dan ada juga karyawan perusahaan yang ingin mendaftar, tapi tidak
mendapatkan izin dari Pimpinannya," jelasnya.
Waris
memastikan, jika batas waktu penutupan seleksi 24 Januari 2020 mendatang masih
sepi peminat juga, maka masa pendaftaran akan diperpanjang lagi selama tiga
hari.
"Setelah
tiga hari waktu perpanjangan masih sepi juga, maka tetap akan berjalan seadanya
saja, misal satu kecamatan yang mendaftar hanya tiga orang, tiga orang tersebut
yang akan kita tes, yang jelas kita sudah berusaha mengumumkan diberbagai
media, namun respon publik masih minim untuk mendaftar,"pungkasnya.(and/poskotakaltimnews.com)